Pantai Parangkusumo

Pantai Parangkusumo: Panduan Berwisata + Ulasan, Lokasi: Parangtritis, Bantul Jogja

Pantai Parangkusumo merupakan destinasi wajib di Yogyakarta selain Candi Prambanan dan Malioboro. Terletak dekat dengan Pantai Parangtritis, pantai ini tak hanya menawarkan pemandangan yang mempesona tapi juga cerita mistik yang bikin penasaran.

Pantai yang Dikeramatkan Masyarakat Lokal

Masyarakat setempat mempercayai adanya hubungan khusus antara Keraton Jogja dengan penguasa pantai selatan Nyi Roro Kidul. Pantai Parangkusumo dikeramatkan karena dianggap menjadi gerbang atau jalan menuju ke Keraton Gaib Laut Selatan, tempat Nyi Roro Kidul bersemayam. Itu sebabnya Pantai Parangkusumo menjadi tujuan para peziarah di bulan Sura kalender penanggalan Jawa. Bahkan pada bulan tersebut pantai ini bisa sama ramainya seperti Pantai Parangtritis.

Nuansa mistis yang meliputi Pantai Parangkusumo semakin kuat dengan banyaknya orang yang memanjatkan doa atau melakukan tapa di Batu Cinta, Kompleks Puri Cepuri. Meski bernuansa mistis, bukan berarti Anda tak bisa menikmati keindahan pantai ini. Pantai Parangkusumo tetap menyajikan pemandangan sunset menawan serta keasrian deretan pohon kelapa di bagian belakang pantai.

Lokasi Pantai Parangkusumo

Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo

Pantai Parangkusumo terletak sekitar 30 km arah selatan Kota Jogja tepatnya di Desa Parangtritis, Kretek, Bantul. Pantai ini tak jauh dari Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Bahkan Anda bisa mengunjungi Pantai Parangtritis langsung dari Pantai Parangkusumo melewati jalan berupa paving block yang cukup lebar di tepi pantai.

Untuk mencapai Pantai Parangkusumo bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, Anda bisa melewati Jalan Parangtritis. Dari kawasan Pojok Benteng Wetan ambil jalan lurus ke arah selatan. Jika menggunakan kendaraan umum seperti bis, gunakan saja bus jurusan Jogja –  Parangtritis dari terminal Giwangan. Kemudian turun di terminal kecil atau sub terminal Parangtritis. Biaya perjalanan menggunakan bus ini juga tak mahal hanya sekitar Rp. 15.000 saja.

Perjalanan menuju ke Pantai Parangkusumo dijamin tak membosankan. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi pemandangan menawan dari Pegunungan Sewu di sebelah timur, persawahan padi dan bawang merah hingga bukit-bukit pasir saat mendekati pantai. Jalanan menuju ke pantai juga sudah berupa aspal halus sehingga sangat nyaman dilalui menggunakan motor sekalipun. Yang perlu Anda waspadai ketika berkendara menggunakan motor adalah angin kencang ketika mendekati kawasan pantai. Apalagi di musim liburan, bisa dipastikan jalanan ramai dan banyak bus besar sepanjang perjalanan.

Pantai lain dekat sini:  Pantai Krakal: Panduan Berwisata + Ulasan, Lokasi: Tanjungsari, Gunung Kidul Jogja

Fasilitas di Pantai Parangkusumo

Pantai Parangkusumo tak hanya menawarkan pemandangan pantai yang eksotis, tapi juga menyediakan fasilitas cukup lengkap. Mulai dari tempat parkir yang luas, rumah makan, toilet umum, masjid, penginapan atau losmen dan beberapa kios yang menjual souvenir bisa Anda temukan di sekitar pantai ini. Menara pengawas dan Tim SAR juga bisa Anda temui di sekitar pantai yang siap memperingatkan wisatawan agar tak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.

Keindahan Pantai Parangkusumo juga bisa dinikmati dengan menyewa kereta kuda untuk berkeliling pantai. Dengan membayar sekitar Rp. 20.000 saja, Anda bisa menaiki kereta kuda ini. Bila menyukai aktivitas yang menantang, cobalah berkendara menggunakan ATV untuk mengelilingi pantai dengan membayar Rp. 50.000 per 15 menit. Selain motor ATV, Anda juga bisa menyewa motor trail yang disediakan di sekitar kawasan Pantai Parangkusumo dan Pantai Parangtritis.

Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo

Hal yang menarik lainnya dari Pantai Parangkusumo adalah adanya wisata Gumuk Pasir. Gumuk Pasir Parangkusumo ini terletak dekat pantai dan menjadi satu-satunya gundukan pasir yang ada di Asia dan kedua di dunia selain gumuk pasir di Meksiko. Gumuk Pasir menjadi salah satu daya tarik wisatawan karena menjadi tempat aktivitas sand boarding. Sand boarding atau meluncur di gundukan pasir menyerupai aktivitas snow boarding hanya saja dilakukan di media pasir.

Selain menjadi lokasi sand boarding, Gumuk Pasir Parangkusumo juga sering dijadikan lokasi foto pre wedding. Pemandangan sunset yang berpadu dengan hamparan pasir membuat foto yang dihasilkan memiliki nuansa layaknya foto di luar negeri. Selepas bermain di pantai, Anda bisa menikmati berbagai kuliner makanan laut di rumah makan yang banyak tersedia di pinggir pantai.

Pantai lain dekat sini:  Pantai Nglambor: Panduan Berwisata + Ulasan, Lokasi: Gunung Kidul Jogja

Kalau ingin menikmati variasi hidangan laut yang lebih banyak, boleh juga untuk berpindah ke Pantai Depok yang memiliki sederet tempat kuliner makanan laut. Demikian pula kalau Anda mau menginap, bisa memilih penginapan yang tersedia di sekitar Pantai Parangkusumo. Mulai dari penginapan yang menyediakan TV dan kipas angin hingga penginapan yang menyediakan AC tersedia di sini.

Pantai Parangkusumo terbilang ramai pengunjung bahkan hingga malam hari. Wisatawan yang datang tak hanya ingin menikmati keindahan pantai, tapi juga banyak yang menghabiskan waktu untuk berziarah. Bila Anda ingin mendapatkan pengalaman spiritual saat liburan di Pantai Parangkusumo, tak ada salahnya untuk bergabung bersama para peziarah untuk berdoa.

Untuk bisa memasuki kawasan Pantai Parangkusumo, Anda hanya perlu membayar tiket masuk sekitar Rp. 3.000 per orang. Sedangkan biaya masuk mobil sekitar Rp. 5.000 dan parkir mobil sekitar Rp. 5.000. Sedangkan untuk biaya masuk motor sekitar Rp. 1.000 dan parkir motor sekitar Rp. 2.000.

Event Tahunan Pantai Parangkusumo

Jika ingin mendapatkan pengalaman liburan tak terlupakan, datanglah pada saat Upacara Labuhan diadakan di Pantai Parangkusumo. Upacara Labuhan ini dilangsungkan saat akan memasuki bulan Ruwah kalender Jawa. Upacara ini dilangsungkan sebagai ucapan syukur atas perlindungan terhadap Keraton Jogja.

Pada upacara labuhan, barang-barang pribadi Sri Sultan seperti jarik, surjan, kuku, rambut, makanan apam dan hasil bumi dijadikan sesajen. Seluruh sesajen kemudian didoakan di dalam Kompleks Cepuri kemudian diarak oleh para abdi dalem untuk dihanyutkan di bibir pantai. Upacara ini dilangsungkan setiap tahun dan menjadi agenda rutin budaya Pantai Parangkusumo.

Selain upacara labuhan, event tahunan yang dilangsungkan di Pantai Parangkusumo adalah upacara Melasti. Ritual keagamaan umat Hindu ini dilangsungkan setiap tiga atau empat hari sebelum hari raya Nyepi. Seperti upacara labuhan di bulan Ruwah, upacara Melasti juga melarung sesajen ke laut. Biasanya upacara Melasti dilangsungkan mulai pukul 14:00 dan dihadiri oleh ribuan orang dalam balutan busana adat Bali.

Pantai lain dekat sini:  Pantai Drini: Panduan Berwisata + Ulasan, Lokasi: Gunung Kidul Jogja

Peak Season Pantai Parangkusumo

Untuk menikmati keindahan Pantai Parangkusumo secara maksimal, ada baiknya mencari tahu kapan pantai ini ramai pengunjung. Biasanya Pantai Parangkusumo akan ramai pengunjung di bulan Ruwah kalender Jawa. Pengunjung di bulan tersebut biasanya bertujuan untuk menyaksikan upacara labuhan atau melakukan ziarah.

Pantai Parangkusumo juga ramai di musim liburan sekolah seperti di bulan Juni hingga Agustus dan di bulan Desember hingga Januari. Apalagi wisata Pantai Parangkusumo biasanya dijadikan satu dengan wisata Pantai Parangtritis sehingga di waktu-waktu tersebut, jalanan menuju Pantai Parangkusumo akan dipenuhi oleh bus wisata. Selain liburan sekolah, Pantai Parangkusumo juga cukup ramai pengunjung di akhir pekan.

Yang Perlu Diwaspadai di Pantai Parangkusumo

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika berwisata di Pantai Parangkusumo. Seperti halnya Pantai Parangtritis, wisatawan di Parangkusumo juga disarankan untuk tidak mengenakan baju berwarna hijau. Konon warna hijau merupakan warna busana kebesaran Nyi Roro Kidul sehingga diyakini tak boleh dikenakan sembarang orang saat berkunjung ke pantai ini.

Selain itu, wisatawan juga dilarang berenang terlalu jauh ke tengah mengingat ombaknya yang besar serta adanya palung laut. Apalagi di bulan Juli di mana angin sangat kencang dan ombak laut sedang tinggi-tingginya. Lebih amannya ikuti saja anjuran para tim SAR saat berkunjung ke pantai ini.

Mantai Team

2 comments

  • Pantai Parangkusumo, yak, salah satu pantai yg terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pantai Parangkusumo ini merupakan pantai yg terletak pada satu garis lurus dengan Pantai Parangtriris, tepatnya terletak di barat Pantai Parangtritis.

    Sebelum ada monumen atau tanda bahwa kalian memasuki Pantai Parangkusumo, kalian tidak akan tau pasti dimana letak pantai ini hahahaha soalnya dia adalah pantai yg hampir sama dengan Parangtritis, bahkan tidak ada bedanya wkwkw

    Pantai ini adalah pantai yg sakral bagi Kraton Yogyakarta, dimana di saat2 tertentu, abdi dalem Kraton akan datang ke pantai ini untuk mengadakan upacara ritual untuk menghormati Nyi Roro Kidul, yg konon katanya adalah penguasa pantai selatan hehe

    Pantai ini adalah pantai yg luas, tidak ada pepohonan disini, hanya lautan pasir dan lautan air laut di lokasi ini juga banyak terdapat tempat oleh2 khas Pantai Parangtritis dan Parangkusumo, banyak warung2 yg menjajakan jajanan bahkan makanan khas pantai ini.

    So, jangan takut kelaparan disini haha di pantai ini jg tersedia banyak toilet loh, kalo mau mandi di pantai ga usah khawatir kalian ga bisa memberaihkan diri wkw.
    Ohiya, disini juga tersedia banyak penginapan atau losmen, jadi kalau kalian capek bisa istirahat dengan nyaman

  • Semakin hari semakin tertata, asik dilewati jip wisata Gumuk Pasir Offroad. Pantai pasir hitam khas dataran gumukpasir dari muara sungai Opak berpadu dengan eksotisme pemandangan pegunungan kapur di sisi timur membuat Pantai Parangtritis mempunyai berbagai titik spot sunset yang layak untuk dilihat.

    Berbagai event internasional sering digelar, terutama olahraga pantai dan juga event seni budaya. Kesakralan Parangtritis tak lepas dari Parangkusumo, yang sejak jaman Mataram menjadi simbol pertemuan antara Raja Mataram dengan Ratu Kidul.
    Terlepas dari itu semua, pantai ini memang merupakan salah satu dari ratusan destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Jogja.

    Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas daerah lokal.

    Selain jip wisata, di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu di pantai ini juga merupakan tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

    Disini juga terdapat pemandian yang disebut Parangwedang. Konon air di pemandian ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit di antaranya penyakit kulit karena air dari pemandian tersebut mengandung belerang. Air panas dari Parangwedang juga dialirkan ke Pantai Parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak.

    Satu baris ke arah barat kita dapat menemukan Pantai Parangkusumo dan Pantai Depok yang terkenal dengan kuliner lautnya. Menyusur terus ke arah barat adalah muara sungai Opak, salah satu dari dua sungai besar yang ada di Jogjakarta.

    Bersamaan dengan sungai Progo, aliran pasir dari Merapi terbawa ke laut untuk kemudian dihempaskan kembali ke pesisir dan dibantu angin menjadi gundukan-gundukan pegunungan mini yang kita kenal dengan gumuk pasir. Terdapat hampir di sepanjang pantai selatan Jogja ke arah barat hingga Kebumen yang dialiri sungai besar.

    Jelajah pesisir selatan serasa tak akan lengkap tanpa eksplorasi adventure di gumuk pasir.

    Salah satu andalan wisata Jogja, yang memang sudah melegenda. Selain tempatnya yang mudah dijangkau dengan jalur aspal lurus sejauh kurang lebih 30km dari Jogja Kota, Pantai Parangtritis juga merupakan pantai pertama di Jogja yang dipublikasikan sampai kancah internasional.